Showing posts with label thoughts. Show all posts
Showing posts with label thoughts. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

Persepsi Dalam Adaptasi

Dua bulan sejak 'bertugas' di lingkungan baru. Bagi saya, tidak ada tempat yang terlalu menyedihkan. Tapi tidak juga terlalu sempurna. Seimbang, mungkin. Di sini, saya bertemu dengan beberapa orang baru dan belajar akan hal itu. Bermain dengan persepsi. Semua tergantung dari cara berpikir. Baik dan tidak baik kadang terlalu rancu. Manusia terlalu pintar untuk menjadi bunglon. Dan seperti buah, antara kulit dan isi bisa jadi bertolak belakang. Saya pun mungkin, tanpa terkecuali.

Tanggung jawab baru. di dunia yang benar-benar baru. Serta deadline tugas akhir yang selalu menemani sampai ke saat saat tidur.

 Lagi-lagi, bermain dengan persepsi, dan cara berpikir. Hidup mungkin memang tentang bagaimana kita menyikapi semua.

Monday, October 10, 2011

Disini, beberapa bulan yang lalu

Tempat ini, seharusnya masih memberikan suasanya yang sama. Karena memang hampir ngga ada yang berubah di sini. Bangunannya, keramaiannya, sama. Tapi kali ini rasanya berbeda. Saya selalu ingat masa-masa ketawa, ngobrolin hal-hal bodoh yang ga jelas, foto-foto,jajan apapun sesuka hati. Kita selalu suka kesini kalo lagi kehabisan ide mau pergi kemana. Terakhir kali ke sini, mungkin sekitar dua atau tiga bulan lalu, ketika semuanya masih baik-baik saja. Saya pada saat itu nggak pernah tau nyeseknya berjalan melewati tempat ini beberapa bulan kemudian. Sendirian.

Sepanjang menelurusi jalan ini, rasanya seperti membuka kembali lembaran lama. Kenangan demi kenangan terproyeksi terus menerus dengan jelas dalam benak. Sesak. Mata ini rasanya panas. Tapi kaki ini memaksa untuk terus dan terus melangkah. Berusaha berpura-pura tak pernah ada apa-apa.

Terpikir untuk iseng nge-bbm supaya bisa ketemuan, karena kebetulan waktunya hampir pas dengan jam nya dia pulang dan lewat sini. Tapi, untuk apa? Rasanya, di dalam benak ini ada dua suara yang berteriak sama kuatnya. Konflik. Antara iya, atau tidak.

Dan ngga lama kemudian, sebelum saya sempat untuk mengirim pesan lewat bbm ke dia,
handphone saya mati. Baterainya lemah.
Sepertinya semesta memang tidak mengizinkan. Mungkin takut saya akan semakin 'terlarut'.

Saya pun melanjutkan perjalanan. Pulang.

Thursday, September 22, 2011

Persamaan dalam Ketidaksamaan


saya, kamu, dia, mereka, tidak akan pernah benar-benar persis sama. lingkungan. tempat tinggal. cara hidup. pengalaman. kesukaan. ketidak-sukaan, pasti akan ada bedanya. berbeda itu pasti. apa yang saya suka dan saya mau ada dalam pikiran saya, terserah maunya saya. begitu pun, kamu juga. jadi, adakah yang salah dengan menyukai sesuatu atau melakukan hal-hal tidak kamu suka dan tidak kamu lakukan?


dan ya, saya sendiri pun lupa. kalau pada dasarnya apa yang ada dalam diri kita ini berbeda, harusnya saya juga memaklumi pikiran kamu yang yang tidak sama dengan saya. pikiran bahwa mungkin bagi kamu, menyamakan sesuatu antara seseorang dengan orang lain itu sah-sah saja.


persepsiku. persepsimu.
sesungguhnya, kita ini sama. sama-sama memiliki ketidak-samaan.

Saturday, August 15, 2009

Mungkin..

kita ga bakal ngerti apa yg dirasain orang lain kalo blom ngerasain sendiri.

dulu gw sering mikir, kenapa sih dia gini, kenapa dia mesti gitu. sampe akhirnya gw ada di posisi orang itu, ngerasain sendiri, baru deh gw ngerti. ooh ternyata gini yah rasanya di posisi dia... gw sering banget ngalamin kek gini. (ribet ga sih bahasanya?)

kemaren gw kesseeel bgt gara2 ada orang yang ngomongnya agak2 'nancep'. mungkin dia ga maksud gitu, tapi berhubung gw nya lagi agak sensi, jadi tetep aja kesel biarpun tu orang udah minta maaf. gw bener2 ga ngertiin gimana posisi dia yang sebenernya enggak sengaja.

dan sekarang, gantian gw yang nyakitin orang lain. NAH LOH!
tapi beneran gw ga maksud gitu. aah, ga enak banget jadi orang yang 'sulit dimaafin'. ngerasa bersalah, tapi kok kayaknya gak salah juga. bingung deh mau ngapain. gw berusaha minta maaf kayak gimana juga, tapi tetep aja itu orang terlanjur kesel. ooh, ternyata gini yah rasanya?

well, mungkin semua ada masanya kali ya. mungkin emang harus ngerasain sendiri biar ngerti. mungkin gini caranya biar kita bisa 'belajar' ngerti orang lain. mungkin... *lama2 jadi sok bijak nih gw.

anyway, kira2 gw udah dimaafin belom yah?